Investigasi DNS

0 komentar

Tugas kali ini adalah saya diminta untuk melakukan investigasi terhadap domain detik.com dan domain itb.ac.id. Hal yang ditanyakan adalah :

  1. siapa pendaftar domain tersebut? (via whois)?
  2. apa name server (NS) dari domain tersebut?
  3. apa mail exchange (MX) dari domain tersebut?
  4. dapatkan zone transfer dilakukan?
  5. untuk domain itb.ac.id, ada berapa domain tingkat empat (4th level domain)? dan buat daftarnya

Lalu saya pun melakukan investigasi dengan kronologi dan hasil sebagai berikut :

1. Pendaftar Domain dan Doamin Name Server
    a. Detik.com
        Tools yang digunakan adalah http://who.is/whois/detik.com/ dan hasilnya seperti berikut :
         
   Registrant:
   Siberkom, PT. Agranet Multicitra
   Aldevco Octagon Building lt 2
   Jl. Warung Jati Barat Raya 75
   Jakarta, DKI Jakarta 12740
   IN

   Domain Name: DETIK.COM

   Administrative Contact, Technical Contact:
      Siberkom, PT. Agranet Multicitra @registercentre.com
      Aldevco Octagon Building lt 2
      Jl. Warung Jati Barat Raya 75
      Jakarta, DKI Jakarta 12740
      IN
      +62 21 7941177 fax: +62 21 7941176


   Record expires on 28-May-2016.
   Record created on 13-May-2004.
   Database last updated on 12-Oct-2011 06:42:41 EDT.

   Domain servers in listed order:

   NS.DETIK.NET.ID         
   NS1.DETIK.NET.ID



    b. itb.as.id

       domain:  itb.ac.id
       org: Perguruan Tinggi
       desc:  Institut Teknologi Bandung
       admin-c:  bs38
       tech-c:  rinal1
      bill-c:  rinal1
      nserver: ns1.ai3.net
      nserver: ns1.itb.ac.id
      nserver: ns2.itb.ac.id
      nserver: ns3.itb.ac.id
      nserver: sns-pb.isc.org
     created: 1995-05-18
     expires: 2012-09-30
     last-update: 2011-07-07
    domain-status: Object is active
    source:  register.net.id # Filtered

   nic-hdl:  bs38
   person:
   address:  Jl tamansari no 64
   Bandung
  e-mail:  @itb.ac.id
  org: Institut teknologi Bandung
  source:  register.net.id # Filtered

  nic-hdl:  rinal1
  person:
  address:
  phone:
  e-mail:  @ee.itb.ac.id
  org:
  source:  SAMPLE # Filtered


2. Mail Exchange
    a. www.detik.com

       

    b. itb.ac.id








3. Zone Transfer
   a. detik.com

  
 
b. itb.ac.id


4th Level domain itb.ac.id melalui nslookup melalui windows :

Tata Cara Penggunaan & Penulisan Referensi dalam Penulisan Karya Ilmiah

1 komentar

Referensi atau daftar acuan dalam sebuah penulisan karya ilmiah merupakan hal yang penting keberadaannya. Karena itu, penulisan daftar acuan juga memilki tata cara / standard tertentu. Terdapat beragam tata cara penulisan daftar acuan, diantaranya adalah harvard, vancouver, dan yang lainnya. Berikut ini dipaparkan tata cara penulisan daftar acuan harvard system yang dimodifikasi dengan istilah chicago style.

Daftar acuan memuat secara berturut - turut sebagai berikut :
1. Nama penulis atau penulis - penulis
2. Tahun penulisan
3. Judul penulisan/dokumen dan sebagainya
4. Di mana tulisan tersebut dimuat di buku (buku, majalah , internet, surat kabar, dll)
5. Penerbit tulisan (nama penertbit, organisasi yang menerbitkan, dan sebagainya)
6. Kota dan negara penerbit (dalam chicago style cukup ditulis kota dan nama penerbit, tanpa negara)
7. Untuk majalah, tidak perlu ditulis nama penerbit.

Berikut contoh penulisannya :
1. Artikel dalam Jurnal

Chen,G., and R.Ezraty. 1999. Variations of southern ocean sea level and its possible relation
with Antarctic sea ise. Int.J.Rem.Sens. 20(1):31-47

2. Buku

Keates, J.A. 1973. Cartographic Design and Production. London: Longmans

3. Artikel dari Proceeding

Bergin, A, and D. Lawrence. 1993. A boriginal and Torres Strait Islander Interests in the Great Barrier Reef Marine Park. In Proceeding turning the tide : Indigenous sea right. Townvilee : Northern Territory University Law School

4. Internet

Australian Surveying and Land Information Group. 1995. Product and Services. http://www.auslig.gov.au.welcome.htm

PEDOMAN MENGUTIP SUMBERINFORMASIDALAM TEKS

3.1 Kutipan(Citation)
Jika dalam text(tulisan) Anda mengutip informasi,pandangan maupun pendapat sesorang
penulis lainnya,maka nama penulis dicantumkan dengan tahun publikasinya dalam tanda kurung.
Nama penulis ini harus masuk dalam Daftar Acuan.
Contoh:
“….focus penelitian Dahuri (1983) pada pemberdayaan masyarakat………”

Kalau nama tidak dipakai dalam teks, tetapi mengacu kepada tulisan penulisnya,maka nama
dan tahun dari tulisan ditulis dalam kururng pada akhir kalimat.
Contoh:
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu cara terbaik dalam pengelolaan wilayah pesisir secara
lestari (Dahuri1996)

3.2 Kutipan dari beberapa Acuan
Semua acuan dapat ditulis dalam teks dengan memakai satu tanda kurung dibatasi dengan semi-kolom. Contoh:
(Brown1878;Gordon1975;Meares1967;Pribram etal. 1974;Thorne1972)

3.3 Sumberkedua
Umumnya kita tidak membaca sumber aslinya tetapi membaca dari sumber lainnya (sumber
kedua) yang mengutip sumber aslinya

Dalam (Dahuri etal.1996) ada kutipan sebagai berikut pada halaman11:

“Seringkali keterpaduan yang diartikan sebagai koordinasi antara tahapan pembangunan di
wilayah pesisir dan lautan yang meliputi : pengumpulan dan analisis data, perencanaan,
implementasi dan kegiatan konstruksi (Sorensen dan McCreary 1990)”
Bagi Dahuri,cs buku Sorensen cs adalah sumber pertamanya.Bagaimana Anda yang tidak
mempunyai bukunya Sorensen cs,tetapi ingin mengutip statemen diatas,yang ada dalam
bukunya Dahuri cs.Bagaimana acuan ini masuk dalam teks Anda.
Sumber pertama kita adalah Dahuri etal.,dan tidak membaca bukunya Sorensen dan McCreary,
maka ditulis dalamt eks Anda sebagai beri

“……suatu studi oleh Sorensen & McCreary (1990) (dikutip dalam Dahuri, et al. 1996, halaman
11), mengatakan….” Atau

“…….Suatu studi oleh Sorensen & McCreary (1960), dalam Dahuri, et al.(1996), mengatakan
………
Dalam kedua contoh,yang masuk dalam Daftar Acuan sebagai entry adalah Dahuri,
R……………...1996.), bukan Sorensen J.C.dan S.T.McCreary.1990.
karena kalau Anda mempunyai dokumen Sorensen cs,tentunya Anda dapat langsung mengutip
dari sumber pertamanya.

3.4 Jika Penulis/Penulis - penulis/Lembaga yang sama menerbitkan dokumentasi pada tahun yang berlainan atau tahun yang sama,maka entry pada Daftar Acuan ditulis sekali pada awal
Penulis/Penulis-penulis/Lembaga tersebut pertama kali masuk dalam entry. Berikutnya nama
penulis/penulis-penulis/lembaga tsb ditulis hanya dalam bentuk garis saja,kemudian titik diikuti
dengan tahun yang berlainan,atau jika tahunnya sama maka diberi index a, b,d dst untuk
dokumentasi yang berlainan.

Contoh1:
Matsuno,M. 1986. Quasi-Geostrophic Motions in Equatorial Area. Journal of the Meteorological
Society of Japan. 44(1) : 25-42
____________.1987. MeteorologyDynamics. Dan seterusnya
Penjelasan : garis disini artinya penulis yang sama dengan judul makalah yang lain

Contoh2:
Romijn,M.A. 1977a. Primer for the production of Landsat colour composites. ITC Journal 3:545 - 556
_____________. 1977b.Colour composite printing of multipsectral photographs.dst……
Penjelasan: Penulis yang sama membuat 2 makalah dalam tahun yang sama dan diacu dalam tulisan.
Dalam teks tetap ditulis dengan nama penulis dan tahun dengan index a,b ds.Misalnya:
……….(Romijn 1977a),ditempat lain dalam teks diacu penulis yang sama tetapi tahun yang
berlainan. Misalnya “……….(Romijn 1977b)….

Referensi :
Featherstone, W.E. 1996. Thesis Requirements for Honors, Masters and Doctoral Students. Curtin
University, Perth, Australia

Phillips, E.M., and D.S. Puch.1994. How to Get a PhD.Open University Press. Buckingham,UK

Rais, J. 2011. Tata Cara Penulisan Baku Daftar Acuan (References), dan Daftar Pustaka (Bibliography) Dalam Makalah Ilmiah, Thesis, Disertasi. http://edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20476/Tata+Cara+Penulisan+Pustaka.pdf

Demikian hasil rangkuman saya mengenai, mohon masukan atas segala kekurangan. Terimakasih.

SQL Injection

0 komentar

Masih tentang tugas mata kuliah keamanan informasi lanjut. Kali ini kami ditugaskan untuk mencari website yang memiliki celah keamanan dalam lapisan basis data sebuah aplikasi ( begitulah yang saya tangkap ).
Langsung menuju tujuan, langkah pertama tentu saja browsing dengan beberapa keyword yang mengarah pada target. Singkat cerita, ditemukanlah sebuah website yang dapat ditembus oleh perintah injeksi sql :
 
a' or 't'='t
 
Demi menjaga privasi pemilik website, rasanya saya tidak akan menampilkan alamatnya. 
Berikut penjelasan mengenai kode tersebut :
 
Jika kode ini akan digunakan dalam sebuah prosedur untuk melakukan otentikasi, maka contoh ini dapat dipakai untuk memaksakan pemilihan sebuah nama pengguna yang sah karena evaluasi 't'='t' akan selalu bernilai benar.
Secara teori, perintah SQL sah apapun bisa diinjeksi melalui metode ini, termasuk menjalankan banyak pernyataan. Nilai "namaPengguna" berikut ini pada pernyataan di atas akan menyebabkan dihapusnya tabel "pengguna" dan juga pengambilan semua data dari tabel "data".
 

Insiden IT Tahun 2011 di Indonesia

0 komentar

Judul diatas merupakan tugas mata kuliah keamanan informasi lanjut yang diberikan oleh dosen kami, yaitu bapak Budi Rahadjo, Phd. Hasil dari tugas tersebut memang harus ditulis di blog masing - masing mahasiswa, termasuk saya. Maka dari itulah saya menuliskan postingan ini sebagai latar belakangnya ( supaya ga keliatan aneh aja tiba-tiba ada postingan tentang berita kriminal ). Walaupun saya tipikal pemalas dalam menulis di blog, namun mudah-mudahan jadi semangat lagi mengisi blog ini dengan tulisan - tulisan, kata orang - orang yang penting nulis, penting ga pentingya tulisan jangan dipentingkan dulu, yang penting nulis..!!! katanya, ayo menulis..^_^..

Berikut insidennya :

1. Kenalan di FB, Istri Profesor Perancis Diculik
    Minggu, 4 September 2011 | 19:00 WIB

JAKARTA | SURYA Online - Satuan Reserse Mobil Direskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk DS (31) pelaku tunggal penculikan sekaligus penganiayaan terhadap Rahma Suparwiro Lavigne (40), istri seorang Profesor Geografi Universitas Paris, Perancis, Minggu (4/9/2011).
“Pelaku ditangkap sedang bersama korban di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar didampingi Kasat Reserse Mobile Divisi Reserse dan Kriminal Umum, AKBP Herry Heriawan di Polda Metro Jaya, Minggu (4/9/2011) sore.
Terungkapnya kasus ini, setelah polisi berhasil menelusuri email yang dikirimkan korban kepada anaknya yang berumur 12 tahun. Sebelumnya, korban dengan pelaku berkenalan melalui situs jejaring sosial Facebook pada bulan Mei 2011. Mereka lalu berjanji untuk saling bertemu di Indonesia.
Pada tanggal 4 Juli 2011, Rahma bersama suaminya FL serta kedua anaknya ke Yogyakarta. Tanggal 27 Juli, Rahma dan DS bertemu bahkan sempat berfoto berdua. Suami korban bersama anaknya lalu pulang ke Perancis. Namun, Rahma tetap berada di Indonesia, dengan alasan ingin menemui kerabat lama.
Pada tanggal 29 Agustus, Rahma lalu ke Bandung untuk menemui DS. Korban menduga DS adalah orang baik-baik, karena DS bermaksud mencari pekerjaan melalui korban. Setelah bertemu, Rahma justru disekap DS di sebuah hotel selama enam hari. Pelaku lalu melakukan penganiayaan dengan memukul korban hingga lebam biru pada bagian mata sebelah kiri, bagian tangan serta sekujur badan korban.
Pelaku menyuruh Rahma berkomunikasi dengan keluarganya, melalui email yang diterima anak korban. Isi surat, pelaku meminta tiket ke Kuala Lumpur untuk penerbangan 8 September 2011.
Dari email itu, suami korban lalu menghubungi pihak kepolisian Perancis yang meneruskan ke Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. “Kita lalu mendapatkan laporan tanggal 3 September 2011 dari Mabes Polri, setelah dilakukan pelacakan akhirnya kita tangkap pelaku di Bandung,” ujar AKBP Herry.
Pelaku dikenakan pasal 351 (2) penganiayaan, pasal 328 penculikan, pasal 406 perusakan dengan ancaman di atas lima tahun. Polisi juga menyita barang bukti, berupa uang tunai Rp 5.600.000, paspor dan sejumlah ponsel.

Sumber : http://www.surya.co.id/2011/09/04/kenalan-di-fb-istri-profesor-perancis-diculik


2. Miskin Pengamanan, Situs Milik Pemkab Tulungagung Dibobol Hacker
    Rabu, 16 Pebruari 2011 21:00 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Situs resmi milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang beralamatkan www.tulungagung.go.id diserang peretas (hacker).
Situs berisi berita-berita pemerintahan yang dikelola Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Tulungagung itu tak lagi bisa diakses masyarakat.

"Kami baru tahu website kami diserang hacker Selasa (15/2) pagi," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Tulungagung, Eko Asistono, Rabu. Tampilan website tertutup sepenuhnya oleh gambar kartun wanita seksi berambut pirang dalam pose menantang.

Sementara di atas kartun seksi itu terpampang tulisan  Happy Fucking Valentine's Day dan keterangan tambahan dalam bahasa Inggris yang menyatakan bahwa situs www.tulungagung.go.id telah dibajak oleh pelaku yang menamakan dirinya sebagai Independent Hacker.

Belum diketahui siapa pelaku pembajakan yang berhasil membobol kode pengamanan situs milik Pemda Tulungagung tersebut.

Menurut Eko, sejumlah staf ahli bidang teknologi informasi dan perancang web di dinasnya sejauh ini masih terus berupaya melakukan perbaikan agar laman mereka kembali normal dan bisa diakses seperti biasa.
"Semoga bisa pulih dalam satu atau dua hari ke depan," katanya berharap.

Meski baru sekali menjadi sasaran peretasan, Eko mengakui keamanan situs mereka sangat rentan dibobol pembajak internet. Hal itu bisa terjadi lantaran sistem perlindungan mereka dibangun terkesan ala kadarnya oleh operator lokal dan tidak melibatkan layanan pengamanan profesional seperti google atau joomla.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber:http://www.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/11/02/16/164423-miskin-pengaman-situs-milik-pemkab-tulungagung-dibobol-hacker

3. Polisi Ungkap Pembobolan Bank via Internet
    Selasa, 2 Februari 2010 | 13:18 WIB

NILAH.COM, Jakarta - Pencurian uang nasabah terus marak terjadi di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Kali ini polisi mengungkap pencurian uang nasabah bank melalui layanan internet banking, yang disediakan pihak bank.

"Tersangka mengambil uang dengan membobol user ID atau data nasabah. Milik korban berinisial AS dan WRS," kata Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Winston Tommy Watuliu, dalam keterangan persnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/2).

Selanjutnya, kata Winston, pelaku melakukan pengacakan password nasabah dengan menggunakan data-data pribadi para korban. Setelah berhasil menemukan password, maka uang nasabah yang tercantum di-usser ID itu dipindahkan ke beberapa rekening penampung, dan selanjutnya uang yang berhasil dicuri digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Pelaku melakukan konfigurasi pin ke pasword, dengan megunakan data-data lahir nasabah, yang dilakukan untuk menggunakan pembobolan," jelas Winston.

Dia menjelaskan, umumnya nasabah bank menggunakan tanggal lahir sebagai nomor pin atau password ID di layanan internet banking bank tersebut. Sehingga pelaku dapat dengan mudah menggasak uang nasabah, ketika pin yang dimasukan cocok dengan milik nasabah.

"Diupayakan data rahasia nasabah bank jangan menggunakan data yang diketahui orang lain, seperti tanggal lahir," imbuhnya.

Ditanya nama bank swasta yang dirugikan dalam kasus ini, Winston enggan membeberkan nama bank tersebut. Dia hanya mengatakan hanya 1 bank saja yang dirugikan dalam kasus ini. Lebih lanjut dia mengatakan, kasus ini terjadi pada 25 Januari 2009 sampai Agustus 2009, di kawasan Jakarta Selatan.

Dalam kasus polisi telah menetapkan seorang tersangka dan melakukan penahanan, terhadap pria berinisial EYN, usia sekitar 30 tahun. Sedangkan seorang tersangka lainnya berinisial HH masih dalam pencarian.

"EYN profesinya jobless (pengangguran), sebelumnya dia bekerja sebagai karyawan swasta," paparnya. Dia mengatakan, EYN berlatar pendidikan S1 perguruan tinggi di Jakarta, dan tidak memiliki riwayat bekerja pada perusahaan perbankan.

Tersangka terancam pasal 363 KUHP, UU No 25 Tahun 2003 tentang pencucian uang, dan UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun penjara.

Ada pun barang bukti yang disita polisi antara lain, 1 buah lapotop, 1 buah modem internet, 1 buah flash disk, dan 1 buah telepon genggam. Dalam kejahatan ini, sedikitnya 2 orang menjadi korban pembobolan rekening via internet banking tersebut, yakni AS dengan kerugian RP 60 juta dan WRS dengan kerugian sebesar Rp 610 ribu. Keduanya merupakan karyawan swasta. [mut]

 http://www.inilah.com/read/detail/320891/polisi-ungkap-pembobolan-bank-via-internet/