Judul diatas merupakan tugas mata kuliah keamanan informasi lanjut yang diberikan oleh dosen kami, yaitu bapak Budi Rahadjo, Phd. Hasil dari tugas tersebut memang harus ditulis di blog masing - masing mahasiswa, termasuk saya. Maka dari itulah saya menuliskan postingan ini sebagai latar belakangnya ( supaya ga keliatan aneh aja tiba-tiba ada postingan tentang berita kriminal ). Walaupun saya tipikal pemalas dalam menulis di blog, namun mudah-mudahan jadi semangat lagi mengisi blog ini dengan tulisan - tulisan, kata orang - orang yang penting nulis, penting ga pentingya tulisan jangan dipentingkan dulu, yang penting nulis..!!! katanya, ayo menulis..^_^..
Berikut insidennya :
1. Kenalan di FB, Istri Profesor Perancis Diculik
Minggu, 4 September 2011 | 19:00 WIB
JAKARTA | SURYA Online - Satuan Reserse Mobil Direskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk DS (31) pelaku tunggal penculikan sekaligus penganiayaan terhadap Rahma Suparwiro Lavigne (40), istri seorang Profesor Geografi Universitas Paris, Perancis, Minggu (4/9/2011).
“Pelaku ditangkap sedang bersama korban di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar didampingi Kasat Reserse Mobile Divisi Reserse dan Kriminal Umum, AKBP Herry Heriawan di Polda Metro Jaya, Minggu (4/9/2011) sore.
Terungkapnya kasus ini, setelah polisi berhasil menelusuri email yang dikirimkan korban kepada anaknya yang berumur 12 tahun. Sebelumnya, korban dengan pelaku berkenalan melalui situs jejaring sosial Facebook pada bulan Mei 2011. Mereka lalu berjanji untuk saling bertemu di Indonesia.
Pada tanggal 4 Juli 2011, Rahma bersama suaminya FL serta kedua anaknya ke Yogyakarta. Tanggal 27 Juli, Rahma dan DS bertemu bahkan sempat berfoto berdua. Suami korban bersama anaknya lalu pulang ke Perancis. Namun, Rahma tetap berada di Indonesia, dengan alasan ingin menemui kerabat lama.
Pada tanggal 29 Agustus, Rahma lalu ke Bandung untuk menemui DS. Korban menduga DS adalah orang baik-baik, karena DS bermaksud mencari pekerjaan melalui korban. Setelah bertemu, Rahma justru disekap DS di sebuah hotel selama enam hari. Pelaku lalu melakukan penganiayaan dengan memukul korban hingga lebam biru pada bagian mata sebelah kiri, bagian tangan serta sekujur badan korban.
Pelaku menyuruh Rahma berkomunikasi dengan keluarganya, melalui email yang diterima anak korban. Isi surat, pelaku meminta tiket ke Kuala Lumpur untuk penerbangan 8 September 2011.
Dari email itu, suami korban lalu menghubungi pihak kepolisian Perancis yang meneruskan ke Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. “Kita lalu mendapatkan laporan tanggal 3 September 2011 dari Mabes Polri, setelah dilakukan pelacakan akhirnya kita tangkap pelaku di Bandung,” ujar AKBP Herry.
Pelaku dikenakan pasal 351 (2) penganiayaan, pasal 328 penculikan, pasal 406 perusakan dengan ancaman di atas lima tahun. Polisi juga menyita barang bukti, berupa uang tunai Rp 5.600.000, paspor dan sejumlah ponsel.
Sumber : http://www.surya.co.id/2011/09/04/kenalan-di-fb-istri-profesor-perancis-diculik
2. Miskin Pengamanan, Situs Milik Pemkab Tulungagung Dibobol Hacker
Rabu, 16 Pebruari 2011 21:00 WIB
Situs berisi berita-berita pemerintahan yang dikelola Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Tulungagung itu tak lagi bisa diakses masyarakat.
"Kami baru tahu website kami diserang hacker Selasa (15/2) pagi," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Tulungagung, Eko Asistono, Rabu. Tampilan website tertutup sepenuhnya oleh gambar kartun wanita seksi berambut pirang dalam pose menantang.
Sementara di atas kartun seksi itu terpampang tulisan Happy Fucking Valentine's Day dan keterangan tambahan dalam bahasa Inggris yang menyatakan bahwa situs www.tulungagung.go.id telah dibajak oleh pelaku yang menamakan dirinya sebagai Independent Hacker.
Belum diketahui siapa pelaku pembajakan yang berhasil membobol kode pengamanan situs milik Pemda Tulungagung tersebut.
Menurut Eko, sejumlah staf ahli bidang teknologi informasi dan perancang web di dinasnya sejauh ini masih terus berupaya melakukan perbaikan agar laman mereka kembali normal dan bisa diakses seperti biasa.
"Semoga bisa pulih dalam satu atau dua hari ke depan," katanya berharap.
Meski baru sekali menjadi sasaran peretasan, Eko mengakui keamanan situs mereka sangat rentan dibobol pembajak internet. Hal itu bisa terjadi lantaran sistem perlindungan mereka dibangun terkesan ala kadarnya oleh operator lokal dan tidak melibatkan layanan pengamanan profesional seperti google atau joomla.
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
0 komentar: (+add yours?)
Posting Komentar